Total Tayangan Halaman

Sabtu, 28 Januari 2012

FIBER OPTIK: Telkom Siapkan Investasi US$150 juta

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan seluruh dana itu akan bersumber dari dana kas internal. Adapun pembangunan jaringan fiber optik pada tahun ini rencananya akan difokuskan pada daerah-daerah sekitar pulau Jawa. Dia menyebutkan perseroan menargetkan membangun jaringan fiber optik yang dapat melewati 13 juta rumah (homepass) di berbagai daerah di Indonesia yang akan dilakukan bertahap hingga 2015. “Target kami sampai 2015 kan 13 juta homepass, tahun ini saja saya rasa bisa 2 juta. Mayoritas masih di Jawa. Mungkin investasinya bisa US$150 juta, semua masih dari dana kas internal,” ujarnya, hari ini.

Seperti diketahui, BUMN telekomunikasi itu telah mengalokasikan dana investasi senilai Rp21,19 triliun untuk membangun true broadband secara nasional yang dapat menghubungkan akses ke rumah pelanggan dengan kecepatan 20 Mbps—100 Mbps. Rinaldi sebelumnya menyebutkan setidaknya ada 497 kota di seluruh Indonesia yang akan terjangkau oleh layanan tersebut. Pada tahun lalu, perseroan telah menyelesaikan 1,7 juta homepass. 
sumber:

Jumat, 27 Januari 2012

Wujudkan Desa Cyber, Telkom Kudus Adakan Pelatihan Internet


Kudus, 20 Januari 2012 - Telkom Unit Cunsomer Service (UCS) Area Kudus menggelar roadshow pelatihan internet kepada para perangkat kelurahan dan desa se-Kabupaten Kudus, dalam mendukung terwujudnya Desa Cyber. Pelatihan tersebut mengambil sasaran para guru, kelompok pendidika dan kesejahteraan keluarga (PKK), pelaku usaha serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kali ini pelatihan dilaksanakan di Desa Jati Kulon, Kudus (19/01) bekerjasama dengan pemerintah daerah dan perangkat desa serta diikuti 75 orang peserta. Manager Telkom Kudus Khodziqoh Eko Putri pada saat pembukaan kegiatan mengatakan di era globalisasi seperti saat ini jika masyarakat kita tidak dapat menggunakan internet, maka kita akan semakin tertinggal dengan bangsa lain. “Siapa yang menguasai teknologi, itulah yang akan maju. Sebab, internet dewasa ini bukan kebutuhan sekunder lagi, tetapi sudah menjadi kebutuhan primer yang mutlak digunakan”.

Eko Putri menambahkan sebagai digital migran, orang tua dituntut untuk bisa mengimbangi putra-putrinya yang disebut digital native. Bila orang tua dapat menggunakan internet, maka akan lebih mudah mengontrol dan mendampingi putra-putrinya dalam memanfaatkan internet.

Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan, di antaranya dasar-dasar komputer, membuat, mengirim dan menerima e-mail, konfigurasi DNS Nawala untuk blokir situs negatif. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan.